Kamis, 24 Desember 2015

GUA DI ACEH



Sebuah gua yang ditemukan dekat lokasi tsunami di Lhong, Aceh memiliki jejak-jejak ombak raksasa yang berasal sampai 7.500 tahun yang lalu, sebuah catatan alam langka yang menunjukkan bahwa bencana berikutnya dapat terjadi berabad-abad lagi, atau mungkin dalam beberapa dasawarsa.

Penemuan ini memberikan garis waktu terpanjang dan paling rinci untuk tsunami-tsunami yang telah terjadi di provinsi Aceh. Salah satunya adalah ombak-ombak setinggi 30 meter yang dipicu gempa berkekuatan 9,1 Skala Richter pada 26 Desember 2004, yang menewaskan 230.000 orang di beberapa negara, lebih dari setengahnya di Indonesia.

Gua batu kapur tersebut, hanya beberapa meter dari pantai dekat Banda Aceh, adalah sekitar 1 meter di atas air pasang setinggi lutut dan terlindung dari badai dan angin. Hanya ombak-ombak besar yang membanjiri daerah pesisir yang dapat memasuki gua tersebut.

Para peneliti pada 2011 menggali endapan pasir yang tersapu ke gua tersebut selama ribuan tahun dan menumpuk dengan rapi antara kotoran kelelawar seperti lapisan geologis.

Analisis radiokarbon dari materi-materi tersebut, termasuk kulit kerang dan sisa-sisa organisme mikroskopis, memberikan bukti mengenai 11 tsunami sebelum 2004.

Bencana-bencana itu tidak terjadi secara merata, ujar pemimpin penelitian Charles Rubin dari Observatorium Bumi Singapura. Tsunami terakhir sebelum 2004 terjadi 2.800 tahun lalu, namun ada empat lainnya yang terjadi 500 tahun sebelumnya.

Ada kemungkinan terjadi tsunami-tsunami lainnya. Para peneliti mengetahui, misalnya, bahwa ada dua gempa bumi dahsyat di wilayah tersebut sekitar 1393 dan 1450. Rubin mengatakan tsunami besar mungkin telah menyapu bukti-bukti peristiwa lainnya lewat erosi.

Para ilmuwan masih bekerja untuk menentukan ukuran ombak yang memasuki gua.

"Pesan dari penemuan ini adalah bahwa mungkin peristiwa pada 2004 tidak berarti tidak akan terjadi lagi dalam 500 tahun mendatang,” ujar Rubin, dengan menambahkan bahwa gua itu ditemukan tanpa sengaja dan bukan merupakan bagian dari rencana kerja.

"Kami melihat tsunami-tsunami itu berentetan lebih dekat seiring waktu. Saya tidak akan mengeluarkan peringatan bahwa kita akan mengalami gempa bumi lagi, namun hal ini menunjukkan bahwa waktunya sangat bervariasi.”

Gempa yang memicu tsunami 2004 mengejutkan para ilmuwan karena retakan Bumi yang mengeluarkan guncangan dahsyat itu telah berdiam diri selama ratusan tahun. Dan karena gempa besar terakhir mengguncang lebih dari 500 tahun sebelumnya, tidak ada sejarah verbal yang tersisa yang dapat membantu orang memahami risiko tersebut.

Sejak 2004, sebagian besar riset telah dilakukan untuk mencoba memahami masa lalu daerah tersebut dengan mengamati endapan-endapan pasir, karang dan data GPS.

“Penemuan-penemuan ini sangat signifikan,” ujar Katrin Monecke, profesor geosains dari Wellesley College di Massachusetts.

Ia meneliti endapan pasir tsunami yang ditemukan di rawa-rawa daerah tersebut, namun tidak terlibat dalam penelitian di gua, yang dipresentasikan bulan ini di sebuah konferensi Serikat Geofisika Amerika di San Francisco.

"Lapisan-lapisan pasir di gua memiliki jangka waktu yang panjang dan memberikan konsep yang sangat baik mengenai kekerapan gempa bumi.”

Meski tersimpan lama di gua, Rubin mengatakan endapan pasir tersebut tidak memberikan petunjuk-petunjuk yang jelas mengenai kekerapan tsunami atau kapan peristiwa itu dapat terjadi dalam waktu relatif dekat.

Ahli geologi Kerry Sieh, direktur lembaga di Singapura dan juga bagian dari penyelidikan di gua, telah memperkirakan bahwa gempa dahsyat dapt mengguncang wilayah ini dalam beberapa dekade mendatang. Gempa cenderung datang dalam siklus dan guncangan 2004 memberi tekanan lebih pada lapisan Bumi. Namun, sejarahnya sangat bervariasi sehingga mustahil meramalkan secara tepat.

“Dengan mempelajari jenis-jenis tsunami yang terjadi di masa lalu, mungkin kita dapat merencanakan mitigasi untuk tsunami berikutnya,” ujar Nazli Ismail, kepala departemen fisika dan geofisika di Universitas Syiah Kuala di Banda Aceh, yang juga bekerja dalam proyek tersebut. (AP/Margie Mason)

Senin, 21 Desember 2015

Tempat Wisata Di Sigli

    Assalamu'alaikum Wr.Wb       

Dibawah ini adalah objek wisata yang mnyenangkan di Sigli (Kabupaten Pidie)..


 1. Kota Sigli

 Sigli adalah sebuah kecamatan di kabupaten Pidie. Sigli adalah ibu kota Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, Indonesia.Terletak 112 km di sebelah timur Banda Aceh, Sigli termasuk kota strategis yang dilalui oleh Jalan Raya Lintas Sumatera.Wilayah ini dulunya merupakan bengkel kereta api terbesar di Aceh. Tetapi sejak tidak ada lagi kegiatan perkereta-apian di Aceh, kota ini menjadi tidak seramai dulu, dan ada juga di kabupaten pidie tempat-tempat wisata yang indah.

Salah satu obyek wisata adalah pantai alun-alun kota Singli. Di sini kita dapat menikmati indahnya pantai laut selat malaka yang bersih dan jernih. Untuk menambah keindahan kawasan ini Pemda Pidie membangun taman kota dan tugu tsunami. Banyak pohon-pohon besar yang rimbun melengkapi suasana santai anda.

            

Banyak tersedia pula makanan dan minuman yang disajikan baik mie sea food, nasi goreng dan lain-lain serta minuman kopi, teh, air tebu dan soft drink. Letak pantai alun-alun ini tepatnya di depan Pendopo Bupati Pidie yang jaraknya hanya 500 meter dari pusat kota. Setiap hari banyak masyarakat sekitar dan pendatang yang berkunjung ke sini. Jika anda di Banda Aceh, dapat menempuh perjalanan darat sejauh 105 km yang melewati Gunung Seulawah yang indah dan hijau. Dan di Kabupaten Pidie ada juga tempat wisata yaitu Lingkok Kuwieng


2. Lingkok kuwieng

    Tak perlu mengurai panjang lebar untuk menggambarkan keindahan alam untuk lokasi yang satu ini,

                       

Lingkok kuwieng atau masyarakat disana menyebutnya uruek meuh adalah kawasan aliran sungai dengan sisi-sisi batuan yang khas dengan panorama alam yang sangat indah asri dan masih jarang kunjungi  membuat tempat ini sangat istimewa untuk dikunjungi. Uruek Meuh terletak di Kecamatan Padang Tiji Kabupaten Pidie.

Perjalan kami dimuali dari total 7 orang, 3 orang berangkat pagi hari dan sisanya siang hari karena ada beberapa hal yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Menempuh perjalanan lebih kurang 3 jam akhirnya kami sampai di kecamatan padang tiji kabupaten pidie.Sampai disana kami disambut oleh beberapa teman daro KOPALA (Komunitas Pencinta Alam) Sigli yang memang sudah dikonfirmasi sebelumnya untuk membantu kami menuju ke lokasi. Sebelum berangkat kami menyempatkan diri menikmati segelas kopi tepatnya di desa gampong cot sambil bercengrama dengan mereka baru sekitar jam 4 sore kami memulai perjalanan kami ditemani belock dari kopala sigli.

Lebih kurang 1 jam perjalanan menggunakan motor melewati beberapa tanjakan kami pun tiba di atas perbukitan tempat kami memarkirkan motor, untuk selanjutnya perjalanan kami lanjutkan dengan berjalan kaki. Ada beberapa jalur yang bisa ditempuh menuju lokasi, karena suasana sore itu cukup cerah belock membawa kami melewati jalur dari atas perbukitan, jalur yang satu ini adalah jalur terjauh menuju kesana akan tetapi memberikan panorama alam yang indah selama perjalanan melewati perbukitan disisi lain tampak dengan megahnya gunung seulawah inong menemani perjalanan kami.

                    

                 

               

Lebih kurang 2 jam kami pun tiba di lokasi uruek meuh hari sudah mulai gelap dengan menggunakan penerangan perlahan kami menyusuru sisi sungai menuju lokasi tempat kami akan memasang tenda untuk bermalam disana. Setelah makan malam kami menikmati kopi bersama ditemani cahaya bulan penuh yang menembus dari sela-sela dahan pepohonan malam itu, baru sekitar pukul 2 pagi hari tiga teman kami tiba juga dilokasi sambil membawakan tambahan logistic dan malam itupun kami lewati dengan sempurna.

                

Selama dua malam kami berada disana selain menikmati panorama alam yang sangat indah banyak kegiatan yang bisa dilakukan disana mulai dari berenang di aliran sungai yang serasa kolam pribadi, mandi di air terjun kecil

                   

Setelah dua hari berada disana, minggu pagi itu sesuai rencana kami pun berkemas untuk kembali , kali ini kami melewati jalur lainnya jalur terdekat lebih kurang membutuhkan waktu 1 jam untuk menuju ke lokasi tempat kami memarkir motor. Tanpa halangan yang berarti sore hari kami tiba ditempat kami masing-masing. Terima kasih sebesar-besarnya kepada teman-teman kami nek bo, belock, serta anggota Kopala Sigli lainnya yang telah banyak membatu perjalanan kami.


     3. Waduk Rajui

Waduk rajui terletak di gampong rajui kecamatan padang kabupaten pidie. waduk yang berada di kaki gunung selawah dara punya daya tarik sendiri. Waduk rajui ramai dikunjungi oleh warga sekitar untuk sekedar melihat pemandangan alam dan ada juga masyarakat yang menghabiskan waktunya memancing ria di danau itu. Pengunjung banyak datang di sore hari terutama pada hari-hari akhir pekan.

Untuk menuju ke waduk rajui sangatlah mudah dan tidak terlalu jauh dari jalan nasional Banda Aceh Medan. Kalau dari arah Banda Aceh, jalan untuk waduk rajui berada disebelah kanan setelah turunan yang disamping kirinya komplek militer rencong cakti. Tepatnya sebelum gerbang ke sekolah pembibitan ikan jika tidak salah.

 Bila sudah belok ke jalan yang dimaksud tadi, ikuti saja jalan itu sampai ke waduk rajui. Jalannya cukup bagus dengan pemandangan kebun masyarakat sekitar. Dari jalan banda aceh medan ke waduk rajui berjarak sekitar 2-3 KM dan jalan aspalnya mulus tanpa hambatan.

Tidak salah bila kawan-kawan yang ingin menikmati alam pegunungan bisa mendatangi tempat ini. melihat-lihat waduk rajui juga tidak pungut biaya sepeserpun alias gratis. Kawan-kawan yang ada jiwa memancing juga bisa ke waduk ini karena menurut pengamatan banyak terdapat ikan di waduk rajui, namun belum bisa dipastikan karena saya sendiri tidak pernah memancing diwaduk itu.hehe 


       4. Gua Tujoh

 Dan ada juga tempat wisata lain nya yaitu Gua Aulia Tujoh laweung adalah gua yang sangat familiar dikalangan masyarakat Aceh. gua yang dikenal dengan nama gua aulia tujoh ini memiliki keindahan dan daya tarik tersendiri. Orang-orang biasanya menyingkat nama gua ini menjadi gua tujoh. Bulan april yang lalu saya telah melangkahkan kaki ke gua dan sudah menyusuri walaupun tidak semuanya.

Gua laweung terletak di kabupaten Pidie, tepatnya di daerah laweung. Gua ini mempunyai hikayat tersendiri yang berkembang dalam masyarakat. Diceritakan dalam suatu hikayat bahwa pada zaman dulu ada 7 tujuh pemuda yang sedang bertapa di gua itu. Mereka bertapa supaya bisa menunaikan ibadah haji ke mekkah. Menurut cerita yang berkembang, gua itu juga bisa tembus ke mekkah. Namun, hanya orang-orang tertentu saja. Terlepas dari benar atau tidak cerita itu, hanya sang maha ALLAH yang tau.

Saya dengan seorang kawan menyusuri gua itu dengan didampingi oleh masyarakat disekitar lokasi gua tersebut. mereka menyediakan jasa memdampingi masuk kedalam gua dan menceritakan berbagai cerita-cerita mitos didalam gua. Didalam gua terasa tanahnya basah dan kadang-kadang becek sehingga sangat diperlukan ke hati- hatian dalam melangkahkan kakinya. Penerangan yang kami gunakan hanya berupa senter dari sang pendamping masyarakat tadi. Sehingga tidak bisa melihat keseluruhan isi dari gua tersebut,karna uroe ngen malam sama saja inan,supot alis gelap sangat.:)

Pendamping menunjukkan beberapa lokasi yang punya mitos cerita tersendiri. Seperti batu gantung, elang sujud, tempat pelaminan pengantin jaman dulu dan beberapa tempat lain yang aku sudah lupa. Mereka para pendamping sangat bersemangat dalam menceritakan kisah kisah dalam gua tersebut sehingga semakin membuat semangat dalam menyusur lebih jauh. Terlepas dari benar atau tidaknya cerita mereka.

Sebenarnya gua laweung bisa dijadikan objek wisata yang luar biasa bila pemerintah mau memperhatikannya. Saat ini belum ada fasilitas publik yang bisa digunakan wisatawan yang berkunjung ke gua itu. Satu hal lagi yang sangat memprihatinkan adalah jalan akses ke gua itu sangat burul bila dari arah Laweung. Ada baiknya bagi wisatawan yang ingin ke gua itu supaya perginya dari arah kecamatan Batee. Dari arah batee jalannya sudah beraspal sehingga mudah dalam perjalanan. Sudahnya saatnya pemerintah peduli dengan situs-situs wisata seperti itu sehingga masyarakat disekitar itu taraf perekonomiannya semakin baik


     5. Bukit Jalin(Janthoe)

Maka kali ini akan saya lanjutkan menulis tentang panorama alam dari ketinggian bukit jalin. Bila kawan-kawan sudah sampai ke jembatan gampong jalin itu, parkirkan kendaraan pada tempat yang telah disediakan masyarakat disekitar itu. Jika semua sudah siap, menapaki perbukitan bukit jalin akan segera dimulai.....

Masyarakat disana memasang petunjuk untuk mencapai puncak jalin sehingga tidak akan menyesatkan pengunjung. Tinggal ikuti saja petunjuk-petunjuk itu sembari menikmati pemadangan alam dari dari ketinggian.

Tracknya yang lumayan berat akan menguras tenaga kawan-kawan sekalian. Masyarakat memasang tali yang bisa dipergunakan oleh pengunjung ketika mendaki bukit-bukit yang terjal itu. Tahap awal bukit dekat jembatan yang menjadi adu nyali sobat. Namun jangan bersedih hati jika harus capek-capek karena ketika sudah sampai di tujuan rasa capek itu akan tergantikan dengan rasa takjub sobat dengan alam jalin.

Semakin menuju ke puncak semakin luas mata memandang maka kita akan semakin takjub dengan kekuasaan maha pencipta. Alam yang terbentang  dengan bukit-bukit yang menjulang tinggi mengelilingi tempat kaki berdiri. Semakin menanjak ke atas akan semakin terjal bukit-bukit yang harus dinaiki. Hamparan padang ilalang menambah pesona keindahan dari perbukitan yang akan menuju puncak bukit jalin. Sewaktu mau sampai ke puncak, disinilah tanjakan yang paling meregang otot, namun tergantung orangnya juga. Selepas itu ,, selamat datang di puncak jalin.

Bila sudah berada dipuncak jalin, enggan rasanya harus cepat-cepat meninggalkan puncak ini. sungai yang berkelok-kelok mengitari perbukitan menjadi satu panorama tersendiri yang tidak dapat dipisahkan dengan keindahan alamnya. Sungai yang berada nun jauh dibawah sana menjadi satu pemandangan yang memperindah puncak jalin yang saat ini lagi banyak-banyaknya didatangi oleh pengunjung.

Satu hal yang sering dilanggar oleh manusia-manusia penikmat alam. Mereka dengan sengaja dan tanpa pernah merasa salah membuang sesukanya sampah yang dibawa ke atas puncak. Manusia terkadang hanya menikmati saja, namun tidak hendak ada niat untuk menjaga kelestariannya. Manusia terkadang terlalu ego tidak mau menjaga untuk anak cucu mereka nantinya, hanya dinikmati untuk dirinya sendiri pada saat ini. suatu sifat yang seharusnya diubah oleh manusia. Bagi siapa saja yang puncak jalin, jagalah kelestarian alamnya sehingga bukan kita saja saat ini yang menikmatinya namun anak cucu kita juga nantinya.

Terima kasih buat kawan-kawan semua yang sudah melihat tempat-tempat wisata seperti di atas tadi..sekian..wassalam..


    

Minggu, 06 Desember 2015

SEJARAH ACEH PIDIE




Kabupaten Pidie adalah salah satu kabupaten di Aceh, Indonesia. Masyarakat Pidie suka merantau dan berdagang, sehingga sering dijuluki "Tionghoa hitam" dan mereka bersama orang asal Bireuen mendominasi pasar-pasar di berbagai wilayah Aceh. Selain itu, wilayah ini juga terkenal sebagai daerah asal tokoh-tokoh terkenal Aceh, seperti Tgk. Daud Beureueh, Mr. Teuku Mohammad Hasan, Prof. Ibrahim Hasan, DR. Hasballah M Saad, Hasan Tiro dan pengusaha Ibrahim.
Batas Wilayah :
Utara > Selat Malaka
Selatan > Kabupaten Aceh Jaya
Barat > Kabupaten Aceh Besar
Timur > Kabupaten Bireuen

Sejarah :
Kerajaan Pedir
Pidie sebelumnya adalah kerajaan Pedir yang berbeda dengan Aceh, sehingga sampai sekarang Pidie tidak disebut sebagai Aceh Pidie, melainkan kabupaten Pidie saja. Ketika terjadi konfrontasi dengan Portugal, maka kerajaan Pedir menggabungkan diri dengan Kerajaan Aceh untuk melawan Penjajah Portugis. Daerah ini merupakan tempat cikal bakal lahirnya Gerakan Aceh Merdeka. Namun anehnya, pergolakan justru paling banyak terjadi di kawasan tetangganya dibanding Pidie sendiri.
Setelah pemekaran, maka kecamatan di Kabupaten Pidie tersisa sebanyak 23 buah, yaitu:
Batee
Delima
Geumpang
Glumpang Baro
Glumpang Tiga
Grong Grong
Indrajaya
Keumala
Kembang Tanjong
Kota Sigli
Mane
Mila
Muara Tiga
Mutiara
Mutiara Timur
Padang Tiji
Peukan Baro
Pidie
Sakti
Simpang Tiga
Tangse
Tiro
Titeue